Stabilkan Berat Badan di Pasca Ramadhan
Oleh : Yeyen Hendrayani

- Makanan Khas Lebaran
Hari raya ‘Idul Fitri telah tiba. Salah satu “fitur” yang pasti ada adalah makanan khas ‘Idul Fitri. Aneka kue dan ketupat dan makanan bersantan adalah makanan yang hampir selalu ada di setiap rumah saat ‘Idul Fitri.
Selain kesehatan pencernaan yang terancam, karena setelah dengan santai beristirahat selama Ramadhan tiba-tiba dijejali makanan aneka jenis dan rasa, stabilitas berat badan juga terusik. Bagaimana tidak, selain kuantitas makanan yang tadinya dua kali sehari, kini bisa lebih dari 3 kali. Ditambah jenis makanan saat lebaran cenderung banyak mengandung lemak, santan dan berminyak yang sangat kondusif bagi kenaikan berat badan.
Setelah banyak yang girang karena berat badannya turun selama Ramadhan, pasca ramadhan biasanya keadaan berubah. BB-nya bertambah lagi. Namun yang paling mengkhawatirkan bukan hanya berat badan yang bertambah, tapi kadar kolesterol dalam darah yang bisa membawa masalah serius bagi kesehatan.
So…Terutama bagi wanita yang sering pusing dengan masalah BB (berat Badan), pada saat ‘Idul Fitri dan bulan-bulan setelahnya, sebaiknya memperhatikan pola makan dalam tips-tips berikut. O, ya sebelumnya untuk mengetahui berta badan ideal Anda, bisa menggunakan rumus :
Tinggi Badan -100.
Sementara rumus berat badan ideal ialah
TB – 100 – 10 % dari jumlah tadi.
Contoh : TB : 155 cm
BB : 55 cm
BB Normal = 155-100 = 55 Kg
BB Ideal = 155-100-(10%x55=5,5 kg)
=155-100-5,5
=49,5 Kg
Jadi berat badan idealnya adalah 49,5 Kg dengan toleransi 10 %. Artinya BB Anda masih dalam batas normal bila lebih atau kurang dari 5,5 Kg
Bagi yang merasa BB-nya kurang ideal, khususnya yang BB-nya kelebihan pasca Ramadhan berikut tips-nya (postingan ini sekaligus mengajari diri sendiri
):
- Kalau berat badan Anda merasa ideal selama Ramadhan, tips-nya ringan aja, ingatlah dan ikuti pola makan saat Ramadhan.
- Kurangi makanan bersantan, berlemak, berminyak dan yang manis-manis saat ‘Idul Fitri. Perbanyak makan buah-buahan yang sebaiknya dihidangkan saat ‘Idul Fitri.
- Alternatif melaksanakan shaum 6 hari di bulan Syawal bisa merupakan sarana “transit” kebiasaan pencernaan dari bulan Ramadhan ke bulan berikutnya.
- Setiap kali makan harus terdiri dari berbagai jenis makanan termasuk sayur dan buah. Dan jangan setiap kali makan hanya mengambil makanan yang disukai saja atau yang enak rasanya.
- Galakan kembali olah raga, minimal 30 menit setiap hari setelah Ramadhan banyak yang menghentikan olah raga dengan alasan lemes dan hemat energy.
- Banyak minum air putih.
- Konsumsi susu low fat agar menu makan Anda tetap “sempurna”.
- Atur jadwal makan Anda, agar pencernaan Anda bekerja dengan optimal. Pencernaan memerlukan waktu 3 jam-an untuk menyelesaikan proses metabolismenya setiap kali kita makan.
- Hindari mengkonsumsi makanan segera sebelum Anda tidur (min 4 jam). Karena pencernaan akan menimbun kalori dari proses metabolismenya dalam bentuk lemak tubuh kalau kita tertidur segera setelah makan.
- Atau mau Shaum Daud (shaum selang sehari) ??
Selamat merayakan hari kemenangan, tanpa disertai kecemasan peningkatan berat badan..:)
Semoga bermanfaat…
Tags: berat badan, berat badan ideal, idul fitri, makanan, ramadhan





