Shaum Bagi Wanita Hamil dan Menyusui

Oleh: Yeyen Hendrayani

Ramadhan

Ramadhan

Sebagai seorang muslimah, seorang wanita yang sedang hamil atau menyusui pasti tidak ingin ketinggalan melaksanakan ibadah wajib yang datang hanya setahun sekali ini. Namun tidak jarang banyak yang khawatir ibadah ini akan mengganggu kondisinya yang sedang berbadan dua atau menyusui tersebut. Lalu bagaimana solusinya…?

Menurut syariat Islam ibu hamil atau menyusui termasuk kelompok yang diperbolehkan meninggalkan puasa Ramadhan. Apalagi bila memang tidak kuat atau mengganggu kesehatan ibu dan bayinya. Namun diharuskan mengganti di hari-hari lain atau dengan fidyah (untuk penjelasannya silahkan searching pendapat ulama tentang hal ini). Boleh meninggalkan puasa Ramadhan bukan berarti dilarang melakukan puasa. Jadi sebaiknya puasa atau tidak?

Hakikatnya puasa bulan ramadhan itu bukan menghentikan makan dan minum, akan tetapi memindahkan waktu untuk makan dan minum menjadi waktu sahur dan setelah waktu berbuka tiba. Sehingga secara medis wanita hamil boleh melaksanakan shaum dengan syarat ibu dan bayi dalam keadaan sehat dan tidak sedang mengalami keluhan sehubungan dengan kesehatan dan kehamilannya, misalnya mual muntah, hipertensi dalam kehamilan, taksiran berat badan janin kurang, kondisi ASI yang tidak stabil, bayi sedang sakit, atau bayi dengan berat badan kurang, dll.

Adapun kalau ibu dalam keadaan sehat dan memutuskan untuk melaksanakan shaum, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya :

  • Ibu harus lebih memperhatikan makanan yang dimakan saat sahur dan berbuka. Yaitu harus betul-betul bergizi dan seimbang agar pertumbuhan janin tidak bermasalah. Di antaranya, harus tetap mengkonsumsi susu setiap harinya, disesuaikan dengan waktu buka dan sahur. Buka satu gelas, dan sahur satu gelas. Ibu hamil yang berpuasa sebaiknya juga memakan kurma. Karena setelah diteliti, ternyata kandungan karbohidrat kurma tergolong tinggi.
  • Jika muncul gejala seperti lemas, pusing, bahkan berat badan menurun, hal tersebut mengindikasikan bahwa jumlah nutrisi mereka tidak tercukupi dengan baik. Jika demikian, sebaiknya ibu hamil dan menyusui tersebut menghentikan puasanya.
  • Bagi ibu hamil pada trimester kedua dan ketiga dimana pergerakan bayi sudah mulai dirasakan, perhatikan frekuensi pergerakan janin. Apabila pergerakan janin menjadi jarang, ibu sebaiknya berbuka karena hal itu merupakan pertanda bahwa janin Anda dalam kondisi yang lemah.
  • Bagi ibu yang menyusui, terutama pada periode ASI Eklusif di mana bayi belum memperoleh makanan tambahan, perhatikan jumlah ASI yang keluar. Kalau berkurang produksinya sebaiknya ibu juga berbuka.
  • Selain itu, ibu juga bisa memperhatikan berat badan bayi. Apabila mengalami penurunan bisa disebabkan karena jumlah ASI yang berkurang.
  • Hindari stress dan kekhawatiran berlebihan saat berpuasa. Bagi ibu hamil hal ini bisa menimbulkan stress juga pada janin. Sedangkan pada ibu menyusui stress bisa menimbulkan terganggunya produksi ASI.

Akhirnya…Ramadhan merupakan bulan mulia penuh berkah dimana Allah mencurahkan cintaNya yang tanpa batas itu, akan tetapi Allah juga maha adil yang tidak membebani hambanya diluar batas kemampuan hambanya (Al-Baqarah: 286).

Selamat menikmati dan menjalani indahnya Ramadhan…

Tags: , , , ,

2 Comments

Leave a Reply