
Kanker Payudara
Oleh: Yeyen Hendrayani
Payudara adalah salah satu organ reproduksi yang dimiliki wanita. Organ ini terdiri dari kumpulan kelenjar yang berfungsi memproduksi air susu ketika seorang wanita memasuki masa laktasi (menyusui). Namun organ ini juga rawan terkena penyakit kanker atau tumor.
Jaringan yang tumbuh berlebihan (ganas) di luar batas normal dalam payudara dinamakan kanker payudara. Tempat tumbuh tumor ganas ini bisa pada saluran susu, kelenjar susu, jaringan ikat maupun jaringan lemak pada payudara.
Penyebab kanker payudara ini –seperti juga kebanyakan penyakit kanker lainnya-, belum diketahui. Namun wanita dengan faktor resiko tinggi harus berhati-hati terhadap penyakit yang satu ini. Wanita yang memiliki resiko terkena kanker payudara diantaranya :
- Mempunyai kelurga dengan riwayat kanker payudara.
- Pernah menderita kanker payudara.
- Usia diatas 60 tahun lebih berpotensi terkena kanker payudara.
- Berhubungan dengan fungsi reproduksi. Wanita yg mengalami haid pertama lebih cepat (sebelum usia 12 th), wanita yang baru pertama hamil pada usia diatas 30 tahun, wanita yang mengalami menopause setelah 55 tahun atau wanita yang tak pernah hamil, lebih beresiko terkena kanker payudara.
- Mengkonsumsi alkohol.
- Menjalani therapy dengan hormonal.
- Therapi dengan DES (dietilstilbestrol) untuk mencegah keguguran.
- Menjalani therapy dengan penyinaran.
- Terpapar bahan kimia baik dari makanan atau produk industri lainnya.
Gejala :
Gejala tumor adalah adanya benjolan pada payudara atau sekitar payudara seperti ketiak. Benjolan biasanya lebih keras teraba dibanding benjolan-benjolan kelenjar normal payudara. Bila dipegang dengan jari, benjolan ini bisa dipisahkan dengan kelenjar-kelenjar lainnya. Pada stadium lanjut benjolan ini bisa melekat kuat pada dinding dada dan jaringan kulit, kulit sekitar benjolan akan tampak seperti kulit jeruk dan mengkerut bahkan bisa membengkak, borok bahkan bisa mengelurkan cairan tidak normal seperti darah, nanah atau cairan bening berwarna kuning sampai hijau.
Pencegahan
- Hidari gaya hidup yang membuat Anda beresiko terkena kanker payudara, seperti pola makan tidak sehat, merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, tidak berolah raga teratur, dll.
- SADARI: Periksa payudara sendiri. Lakukan dengan cara mengangkat salah satu tangan ke belakang kepala, sementara tangan yang lain meraba payudara secara menyeluruh, apakah teraba benjolan atau tidak. Lakukan pula sambil berbaring. Kemudian berdiri di depan cermin, dan angkat kedua tangan. Lihatlah apakah bentuk payudara simetris atau tidak, tampak ada tarikan atau tidak. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada hari ke-5 sampai ke-7 masa haid.
- Bila ada tanda-tanda curiga kanker, segera periksa ke dokter untuk diagnosis dini, karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhan jika masih pada stadium dini.
Pengobatan
Setelah dokter mendiagnosis adanya kanker payudara, dengan biopsi, mammografi, dll, pengobatan biasanya meliputi pembedahan/pengangkatan jaringan kanker, therapi penyinaran, kemoterafi dan obat-obatan.
Ayo, S A D A R I…..-periksa payudara sendiri-……..
Klik Di Sini untuk tips lain mencegah kanker payudara.







Salam bu, saya yakin info ini sangat banyak sekali manfaatnya, khususnya bagi kaum muslimah, amien.