Archive for the ‘Persalinan’ Category
Setelah Cesar, Kapan Bisa Hamil Lagi..?
Oleh : Yeyen Hendrayani
Teringat pertanyaan seorang teman yang isterinya melahirkan dengan cesar, katanya kapan bisa hamil lagi ? Eh, Buru-buru banget ya..
Persalinan dengan operasi cesar adalah salah satu alternatif terakhir dalam metode persalinan apabila persalinan secara normal melalui jalan lahir tidak bisa dilakukan karena berbagai sebab. Selain itu bisa juga persalinan dengan cesar ini dilakukan atas permintaan pasien karena berbagai alasan pula.
Persalinan dengan metode ini dilakukan dokter ahli kandungan dengan cara melakukan sayatan pada rahim sehingga bayi dapat dikeluarkan langsung dari rahim ibu melalui dinding abdomen (perut).
Dapat kita bayangkan dimana dinding rahim yang tertutup rapat, setelah dilakukan operasi cesar tidak lagi serapat atau seutuh sebelumnya. Jaringan dengan bekas luka jahitan pasca operasi tidak akan sekuat jaringan yang normal. Jaringan itu memerlukan waktu untuk kembali menyatu.
Pada saat hamil, rahim diregang dari ukuran sebesar telur bebek menjadi sangat besar sehingga mampu menampung volume ± 3-6 kg yang terdiri janin air ketuban dan placenta. Pada wanita yang pernah mengalami operasi cesar, tentu hal ini sangat beresiko terjadinya robekan (ruptur) pada bekas luka operasi.
Berapa lama jarak yang aman antara satu persalinan dengan berikutnya? Tidak ada ketentuan di textbook. POGI sepakat jaraknya minimal 2 tahun baru boleh hamil lagi. Bagaimana jika sudah hamil lagi sebelum 2 tahun (kebobolan kb)…ya lanjutkan saja, tidak masalah..Oleh karena itu sebaiknya ibu menunggu minimal 2 tahun untuk kembali hamil dengan asumsi bahwa dinding rahimnya sudah compatible untuk menahan regangan karena bertambahnya volume rahim.
Selain itu, ibu perlu mendapat pengawasan dari dokter ahli kandungan selama kehamilan berikutnya tersebut. Hal itu diperlukan untuk menghindari kemungkinan robekan spontan pada rahimnya (walau hal ini jarang terjadi). Apalagi ketika saatnya melahirkan tiba, ibu harus melahirkan di RS yang memiliki fasilitas kamar operasi dan dokter obgyn tentunya.
Keharusan ibu melahirkan di RS yang memiliki fasilitas kamar operasi bukan berarti ibu akan melahirkan dengan cara operasi pula seperti persalinan sebelumnya. Ibu bisa melahirkan secara normal. Persalinan Pervaginam Pada Bekas Cesar dalam bahasa Inggerisnya Vaginal Birth After Caesarean Section (VBAC).
Namun ada beberapa syarat kalau ibu yang pernah melahirkan dengan operasi cesar akan melahirkan secara normal :
· Indikasi operasi sebelumnya bukan karena panggul sempit.
· Letak bayi dalam keadaan normal (letak kepala).
· Penyembuhan luka operasinya baik (tidak pakai lama).
· Perkiraan berat badan bayi tidak boleh lebih 4 kg.
· Bukan kehamilan kembar.
· Insisi non-klasik (belahan dirahim pada cesar yang lalu tidak tegak lurus)
Proses persalinannya dinamakan Trial of Scar =mencoba jaringan parut. Dimana proses mengedannya setelah pembukaan lengkap hanya boleh 2x 15 menit. Kalau tidak lahir juga harus dibantu dengan Vakum atau cesar kembali tergantung keadaan.
Nah, itu sedikit ulasan mengenai kehamilan setelah mengalami operasi cesar. Jadi tidak usah khawatir, namun jangan terburu-buru ya…
Semoga bermanfaat..
Tags: kelainan pada kehamilan, operasi caesar, operasi cesar, Persalinan, persalinan caesar, persalinan cesar
Tanda-tanda Persalinan Sudah Dekat
Tanda-tanda Persalinan Sudah Dekat

Persalinan
Pada postingan mengenai Persiapan Menghadapi Persalinan, salah satu hal yang harus diketahui adalah tanda-tanda bahwa persalinan memang sudah dekat . Lalu apa saja tandanya kalau memang seorang ibu hamil tiba waktunya untuk melahirkan ? Berikut adalah tanda-tanda bahwa persalinan sudah menjelang:
1. Adanya mules yang frekuensi dan kekuatannya semakin lama semakin kuat.
Pada awalnya mules akan terasa seperti mules ketika haid, namun lama kelamaan akan terasa lebih kuat, menjalar dari pinggang, perut bawah sampai pangkal paha. Selain semakin kuat mules juga akan semakin sering. Bidan atau dokter akan menghitung dalam durasi 10 menit. Selama itu berapa kali mules terjadi, semakin sering berarti jarak antara mules pertama dan berikutnya akan semakin pendek. Awalnya dalam 10 menit mules terasa 1-2 kali. Lama-lama mules akan bertambah sering dan juga lama ( lebih dari 40 detik dalam satu kali mules), biasanya dalam 10 menit terjadi 4-5 kali mules. Itu menandakan persalinan semakin dekat. Anda bisa menghitungnya sendiri. Ketika mules semakin sering, anda sebaiknya menghubungi dokter, bidan atau segera pergi ke rumah sakit.
2. Keluarnya lendir bercampur darah.
Ketika mulut rahim menipis yang pada akhirnya membuka untuk memberi jalan kepada bayi untuk “lewat”, maka pembuluh darah yang meregang akan pecah dan mengeluarkan sedikit darah. Itu menandakan sudah adanya proses pembukaan mulut rahim yang berarti akan dimulainya proses persalinan. Tapi hati-hati kalau darah yang keluar terlalu banyak atau berwarna segar. Segera periksakan diri ke dokter.
3. Kadang-kadang langsung terjadi keluarnya cairan ketuban yang baunya khas (amis)
Ketuban idealnya pecah/dipecahkan ketika pembukaan mulut rahim sudah lengkap, dan bayi sudah benar-benar akan lahir. Namun tidak jarang ketuban pecah pada pembukaan yang masih dini. Kalau ketuban sudah pecah, baik disertai atau tidak oleh mules, maka anda harus segera memeriksakan diri tanpa menunggu datangnya mules. Karena ketika ketuban pecah, selaput pembungkus yang melindungi bayi telah terbuka, sehingga potensi terjadinya infeksi semakin besar. Oleh karena itu harus segera memeriksakan diri ke dokter.
4. Ketika terjadi mules, perut teraba tegang dan keras.
Mules adalah manifestasi dari tegangnya otot-otot rahim yang berusaha “mengeluarkan” isi dari rahimnya itu sendiri yaitu janin, placenta beserta air ketubannya. Karena otot-otot menegang, maka ketika diraba akan terasa keras dan tegang, semakin lama semakin kuat. Kadang-kadang wanita merasa mules tetapi perutnya tidak menegang, kemungkinan mulesnya disebabkan oleh mules pada perut (sakit perut biasa).
5. Ada perasaan mengganjal pada daerah selangkangan.
Pada akhir kehamilan, kepala atau bagian terbawah janin akan semakin turun dan menekan dasar panggul. Hal itu tentu akan terasa mengganjal pada daerah pangkal paha, apalagi bila persalinan sudah sangat dekat.
Nah, itulah tanda-tanda persalinan yang harus dikenali ibu hamil, sehingga dia tidak terlambat mendapat pertolongan. Tanda-tanda lain yang harus diketahui adalah adanya komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Insya Allah saya tulis dikesempatan mendatang.
Mudah-mudahan bermanfaat…
Tags: ibu hamil, Kehamilan, Persalinan
Persiapan Menghadapi Persalinan

Persiapan Menghadapi Persalinan
Bagi pasangan suami isteri yang sedang menanti kelahiran buah hati, trimester akhir kehamilan adalah masa-masa yang menegangkan, penuh kekhawatiran sekaligus membahagiakan. Bagaimana tidak, kehadiran seorang anak merupakan periode penting dalam sebuah keluarga. Namun pengetahuan yang kurang mengenai proses kelahiran tidak jarang menambah timbulnya kekhawatiran bahkan menimbulkan masalah baru.
Apa sebenarnya persiapan yang harus dilakukan bagi pasangan suami isteri yang sedang menanti kelahiran bayinya?
1. Ketahui taksiran persalinan.
Untuk mempersiapkan kelahiran bayi, sebelumnya kita tentu harus tahu kapan perkiraan persalinan akan terjadi. Persalinan bisa diperkirakan dengan menghitung sejak kapan hari pertama haid terakhir si ibu. Kehamilan berlangsung kurang lebih 40 minggu sejak hari pertama haid terakhir. Namun apabila anda lupa kapan hari pertama haid terakhir sebelum hamil, dokter atau bidan bisa memperkirakan usia kehamilan dan taksiran persalinan dari hasil pemeriksaan fisik ibu, baik dengan melihat tinggi puncak rahim atau dengan USG. Oleh karen itu sebaiknya tanyakan kepada dokter atau bidan kapan taksiran persalinan kehamilan anda/ isteri anda.
2. Persiapan biaya.
Besar atau kecil, persalinan tentu memerlukan biaya. Oleh karena itu sebaiknya anda sudah menganggarkan biaya untuk persalinan. Biaya bisa anda anggarkan disesuaikan dengan tarif persalinan di tempat di mana anda merencanakan persalinann berlangsung. Selain itu juga disesuaikan dengan perkiraan jenis persalinan. Kalau kehamilannya tanpa komplikasi dan persalinan diperkirakan berlangsung secara normal, maka biaya persalinan dianggarkan untuk persalinan normal. Akan tetapi apabila dokter memperkirakan persalinan harus berlangsung dengan cara bedah caesar misalnya, berarti anggarkan biaya untuk cara persalinan tersebut.
3. Menentukan tempat di mana persalinan akan berlangsung.
Hal ini tidak kalah penting. Dapat dibayangkan bila persalinan akan berlangsung, anda masih bingung di mana tempat melahirkan. Apakah persalinan akan berlangsung di rumah dengan mendatangkan dokter atau bidan yang bisa menerima panggilan, atau di rumah bersalin, atau rumah sakit. Memilih tempat bersalin bisa dengan mempertimbangkan:
- Jarak tempat bersalin dengan rumah
- Kualitas pelayanannya
- Ketersediaan tenaga penolong. Jangan sampai anda sudah datang ternyata petugasnya tidak ada.
- Fasilitas yang dimiliki. Kalau persalinan harus berlangsung dengan bedah cesar, tentu harus memilih rumah sakit/klinik bersalin yang memiliki fasilitas untuk itu.
- Kemampuan pembiayaan. Setiap klinik/rumah sakit memiliki ketentuan tarif yang beragam. Oleh karena itu pertimbangkan hal ini sebelum memutuskan di mana akan melahirkan.
4. Ketahui tanda-tanda persalinan sudah dekat.
Insya Allah saya akan menulis mengenai tanda-tanda persalinan pada kesempataan yang akan datang.
5. Komplikasi kehamilan/persalinan yang mungkin terjadi.
Preeklampsi, perdarahan sebelum melahirkan, posisi bayi yang tidak normal, kondisi bayi yang mengancam jiwanya merupakan komplikasi yang kadang terjadi saat persalinan dan memerlukan penanganan khusus. Anda tentu harus mengenali gejalanya. Hal ini juga akan saya posting dengan tema tersendiri.
6. Apa saja yang harus dilakukan bila bila saatnya melahirkan tiba.
Hal pertama yang harus dilakukan ketika saat persalinan tiba adalah : t e n a n g. Mengapa ? karena persalinan merupakan proses fisiologis yang terjadi hampir kepada setiap wanita. Panik, gugup merupakan hal yang bisa menimbulkan masalah baru.
Itulah sebagian hal-hal yang sebaiknya ddipersiapkan saat menghadapi persalinan. Mudah-mudahan pada kesempatan lain akan saya lengkapi. Mudah-mudahan bermanfaat…!!
Tags: Kehamilan, Persalinan





