Archive for the ‘Asi eklusif’ Category

Buku: Menyusui, Cara Mudah, Praktis dan Nyaman

Cover Belum Ada

ASI sudah sejak dahulu diketahui sangat bermanfaat bagi bayi. Menyusui, selain memberikan makanan pada bayi, juga membantu membentuk ikatan cinta kasih sayang yang kuat dan keintiman antara ibu dan bayi. Sebuah buku berjudul Menyusui Cara Mudah , Praktis, dan Nyaman memaparkan kepada Anda calon ibu atau ibu yang sedang menyusui agar Anda dapat menyusui dengan nyaman dan sukses.

Daftar Isi

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Shaum Bagi Wanita Hamil dan Menyusui

Oleh: Yeyen Hendrayani

Ramadhan

Ramadhan

Sebagai seorang muslimah, seorang wanita yang sedang hamil atau menyusui pasti tidak ingin ketinggalan melaksanakan ibadah wajib yang datang hanya setahun sekali ini. Namun tidak jarang banyak yang khawatir ibadah ini akan mengganggu kondisinya yang sedang berbadan dua atau menyusui tersebut. Lalu bagaimana solusinya…?

Menurut syariat Islam ibu hamil atau menyusui termasuk kelompok yang diperbolehkan meninggalkan puasa Ramadhan. Apalagi bila memang tidak kuat atau mengganggu kesehatan ibu dan bayinya. Namun diharuskan mengganti di hari-hari lain atau dengan fidyah (untuk penjelasannya silahkan searching pendapat ulama tentang hal ini). Boleh meninggalkan puasa Ramadhan bukan berarti dilarang melakukan puasa. Jadi sebaiknya puasa atau tidak? Read the rest of this entry »

Tags: , , , ,

Wanita Karier Memberi ASI Eklusif..?

Tabungan ASI

Oleh : Yeyen Hendrayani

Wanita karier memberi ASI ekslusif? Kenapa tidak?

Kesadaran mengenai pentingnya memberikan ASI ekslusif (memberikan ASI saja selama 6 bulan tanpa susu formula dan makanan pendamping ASI) memang lebih baik dari sebelumnya. Wanita yang sudah tahu betapa kualitas ASI tidak tergantikan oleh susu formula termahal sekalipun. Namun masalahnya bagi wanita yang bekerja di luar rumah dan tidak bisa membawa bayinya, masihkah idealisme itu bisa dilaksanakan?

Tidak perlu berkecil hati, selama ada keinginan pasti ada jalan. Wanita karier masih tetap bisa memberikan ASI ekslusif walaupun ia harus mulai bekerja lagi setelah masa cutinya. Coba tips-tips berikut agar anda tetap bisa memberikan ASI ekslusif anda walau harus keluar rumah:

  1. Wanita yang bekerja diluar rumah dapat terus memberikan ASI-nya dengan cara “menabung” ASI. Sejak ibu melahirkan, belajarlah untuk memeras ASI, agar ketika harus mulai bekerja ibu sudah terbiasa melakukannya..
  2. Luangkan waktu sejenak dalam suasana yang tenang sehingga ibu bisa dengan santai mengeluarkan ASI. ASI dikeluarkan sebanyak mungkin dengan dengan tangan, pompa susu khusus yang mempunyai gelas sendiri untuk menampung ASI, atau pompa listrik yang mulai banyak dijual di maternity shop.
  3. Tampung ASI dalam cangkir yang bersih atau steril ( direbus terlebih dahulu ) yang bermulut lebar sebanyak kurang lebih 100 ml atau sebanyak bayi Anda sekali menyusu. Satu cangkir untuk sekali pemberian.
  4. Simpan ASI yang sudah ditampung dalam suhu kamar. ASI dapat bertahan selama kurang lebih 6 jam dalam suhu kamar.
  5. Atau simpan ASI dalam lemari es dengan prinsip penyimpanan FIFO ( First In First Out ). Tandai ASI yang pertama dikeluarkan agar pengasuh bayi Anda tahu mana yang harus didahulukan. Penandaan bisa dengan angka atau jam pengeluaran.
  6. Beri tahu pengasuh bayi Anda cara memberikan dan menghangatkan ASI. ASI jangan di rebus atau dikukus. ASI dihangatkan dengan cara merendamnya dengan air hangat.
  7. Pemberian ASI sebaiknya tidak menggunakan dot atau botol, karena akan membuat bayi bingung puting dan mengganggu keinginannya untuk menyusu langsung dari puting ibu.
  8. Di tempat kerja, sebaiknya ibu menampung ASI setiap 3 jam sekali untuk menghindari bendungan ASI dan menetesnya ASI pada baju ibu.
  9. ASI yang ditampung di tempat kerja bisa di simpan dalam cool box atau termos es. ASI tahan disimpan selama 6 jam dalam suhu ruangan dan bisa tahan sampai 24 jam pada termos yang diberi es batu. ASI juga dapat disimpan di lemari es selama 3 hari dan dalam freezer selama 3 bulan.
  10. Segera setelah pulang dari tempat kerja, ibu sebaiknya memberikan ASInya secara langsung ( breast feeding kepada bayi.

Tips diatas bisa juga diaplikasikan pada ibu yang akan menjalani pelatihan/training dalam waktu yang agak lama diluar.

Namun, apabila di tempat kerja ibu memungkinkan untuk membawa bayinya dan memiliki pojok ASI, sebaiknya ibu memberikan ASI secara langsung. Karena memberik ASI secara langsung lebih baik bagi ibu dan bayi secara psikologis dan emosional.

Nah, selamat berupaya memberikan yang terbaik bagi generasi yang lebih baik. Semoga bermanfaat…

Tags: , ,