Archive for June, 2009
Wanita Karier Memberi ASI Eklusif..?

Oleh : Yeyen Hendrayani
Wanita karier memberi ASI ekslusif? Kenapa tidak?
Kesadaran mengenai pentingnya memberikan ASI ekslusif (memberikan ASI saja selama 6 bulan tanpa susu formula dan makanan pendamping ASI) memang lebih baik dari sebelumnya. Wanita yang sudah tahu betapa kualitas ASI tidak tergantikan oleh susu formula termahal sekalipun. Namun masalahnya bagi wanita yang bekerja di luar rumah dan tidak bisa membawa bayinya, masihkah idealisme itu bisa dilaksanakan?
Tidak perlu berkecil hati, selama ada keinginan pasti ada jalan. Wanita karier masih tetap bisa memberikan ASI ekslusif walaupun ia harus mulai bekerja lagi setelah masa cutinya. Coba tips-tips berikut agar anda tetap bisa memberikan ASI ekslusif anda walau harus keluar rumah:
- Wanita yang bekerja diluar rumah dapat terus memberikan ASI-nya dengan cara “menabung” ASI. Sejak ibu melahirkan, belajarlah untuk memeras ASI, agar ketika harus mulai bekerja ibu sudah terbiasa melakukannya..
- Luangkan waktu sejenak dalam suasana yang tenang sehingga ibu bisa dengan santai mengeluarkan ASI. ASI dikeluarkan sebanyak mungkin dengan dengan tangan, pompa susu khusus yang mempunyai gelas sendiri untuk menampung ASI, atau pompa listrik yang mulai banyak dijual di maternity shop.
- Tampung ASI dalam cangkir yang bersih atau steril ( direbus terlebih dahulu ) yang bermulut lebar sebanyak kurang lebih 100 ml atau sebanyak bayi Anda sekali menyusu. Satu cangkir untuk sekali pemberian.
- Simpan ASI yang sudah ditampung dalam suhu kamar. ASI dapat bertahan selama kurang lebih 6 jam dalam suhu kamar.
- Atau simpan ASI dalam lemari es dengan prinsip penyimpanan FIFO ( First In First Out ). Tandai ASI yang pertama dikeluarkan agar pengasuh bayi Anda tahu mana yang harus didahulukan. Penandaan bisa dengan angka atau jam pengeluaran.
- Beri tahu pengasuh bayi Anda cara memberikan dan menghangatkan ASI. ASI jangan di rebus atau dikukus. ASI dihangatkan dengan cara merendamnya dengan air hangat.
- Pemberian ASI sebaiknya tidak menggunakan dot atau botol, karena akan membuat bayi bingung puting dan mengganggu keinginannya untuk menyusu langsung dari puting ibu.
- Di tempat kerja, sebaiknya ibu menampung ASI setiap 3 jam sekali untuk menghindari bendungan ASI dan menetesnya ASI pada baju ibu.
- ASI yang ditampung di tempat kerja bisa di simpan dalam cool box atau termos es. ASI tahan disimpan selama 6 jam dalam suhu ruangan dan bisa tahan sampai 24 jam pada termos yang diberi es batu. ASI juga dapat disimpan di lemari es selama 3 hari dan dalam freezer selama 3 bulan.
- Segera setelah pulang dari tempat kerja, ibu sebaiknya memberikan ASInya secara langsung ( breast feeding kepada bayi.
Tips diatas bisa juga diaplikasikan pada ibu yang akan menjalani pelatihan/training dalam waktu yang agak lama diluar.
Namun, apabila di tempat kerja ibu memungkinkan untuk membawa bayinya dan memiliki pojok ASI, sebaiknya ibu memberikan ASI secara langsung. Karena memberik ASI secara langsung lebih baik bagi ibu dan bayi secara psikologis dan emosional.
Nah, selamat berupaya memberikan yang terbaik bagi generasi yang lebih baik. Semoga bermanfaat…
Tags: Asi eklusif, bayi, susu formula
Keputihan..?, Jangan Anggap Sepele

Keputihan
Cairan yang keluar dari vagina secara tidak normal dikenal dengan keputihan atau flour albus.
Ada banyak penyebab keputihan. Stress, kelelahan, kelainan hormonal dan infeksi. Keputihan yang disertai infeksi biasanya ditandai dngan rasa panas, gatal pada kemaluan bagian luar dan dalam. Bahkan kadang disertai bau yang tidak sedap.
Mikroba yang sering menyebabkan keputihan antara lain jamur, virus, bakteri dan parasit.
Selain menimbulkan peradangan di daerah vagina, infeksi ini juga bisa menjalar ke saluran kencing seperti urethra dan kandung kencing. Sehingga penderita sering mengeluhkan rasa panas waktu buang air kecil.
Gejala keputihan :
- Keluar cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran reproduksi wanita.
- Cairan konsistensinya bisa encer atau kental. Kadang berbusa atau seperti nanah.
- Keputihan dengan konsistensi, warna dan bau yang normal bisa merupakan gejala normal pada wanita sebelum haid.
- Terkadang disertai rasa gatal.
Biasanya keputihan normal tanpa disertai rasa panas, gatal atau berbau.
Walaupun ada yang berasal dari vagina atau alat kelamin luar yang terinfeksi, sebagian besar sekret ini berasal dari leher rahim ( cerviks)
- Walau biasanya keputihan terjadi pada wanita dewasa, keputihan juga kadang terjadi pada bayi baru lahir akibat pengaruh hormon yang dihasilkan placenta.
- Keputihan juga dapat terjadii pada gadis muda sesaat sebelum pubertas yang merupaka pengaruh hormon-hormon reproduksi yang akan menghilang setelah datangnya haid
Berbeda penyebab, biasany aberbeda karakteristik keputihan. Diantaranya :
- Keputihan karena gonococcus karakteristik cairannya kental, berwarna kuning kehijauan bahkan sampai bernanah.
- Parasit Trichomonas Vaginalis menyebabkan keputihan yang encer dalam jumlah yang banyak.
- Kalau keputihan berbau busuk, harus segera diperiksa untuk menyingkirkan kemungkinnn adanya kanker dalam rahim atau leher rahim
- Keputihan akibat jamur ini akan berwarna putih susu, kental, berbau agak keras, disertai rasa gatal yang dominan pada vagina. Akibatnya, mulut vagina menjadi kemerahan dan meradang.
- Keputihan akibat infeksi virus juga sering ditimbulkan penyakit kelamin seperti condyloma, herpes, HIV/AIDS. Condyloma ditandai tumbuhnya kutil-kutil yang sangat banyak disertai cairan berbau.
Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mencegah lebih baik dari mengobati. Cegah dengan upaya :
- Selalu menjaga kebersihan daerah kewanitaan. Membersihkan bulu kemaluan secara teratur akan mengurangi tempat bersembunyi mikroba
- Hindari kelembaban berlebihan dan berkepanjangan pada daerah vagina. Selalu mengeringkannya setelah dibersihkan dengan air setelah BAK/BAB.
- Bersihkan vagina dengan membasuh dari depan ke belakang untuk menghindari kontaminasi dari daerah belakang.
- Jaga kebersihan lingkungan. Infeksi bisa berasal dari air yang tidak bersih, gayung, ember atau bak yang kotor.
- Jangan bergonta ganti pasangan. Salah satu cara transmisi mikroba yang sering terjadi adalah melalui hubungan seksual.
Semoga bermanfaat..
Memiliki masalah keputihan..? Klik di Sini
Tags: flour albus, keputihan, kewanitaan, vagina
Setelah Cesar, Kapan Bisa Hamil Lagi..?
Oleh : Yeyen Hendrayani
Teringat pertanyaan seorang teman yang isterinya melahirkan dengan cesar, katanya kapan bisa hamil lagi ? Eh, Buru-buru banget ya..
Persalinan dengan operasi cesar adalah salah satu alternatif terakhir dalam metode persalinan apabila persalinan secara normal melalui jalan lahir tidak bisa dilakukan karena berbagai sebab. Selain itu bisa juga persalinan dengan cesar ini dilakukan atas permintaan pasien karena berbagai alasan pula.
Persalinan dengan metode ini dilakukan dokter ahli kandungan dengan cara melakukan sayatan pada rahim sehingga bayi dapat dikeluarkan langsung dari rahim ibu melalui dinding abdomen (perut).
Dapat kita bayangkan dimana dinding rahim yang tertutup rapat, setelah dilakukan operasi cesar tidak lagi serapat atau seutuh sebelumnya. Jaringan dengan bekas luka jahitan pasca operasi tidak akan sekuat jaringan yang normal. Jaringan itu memerlukan waktu untuk kembali menyatu.
Pada saat hamil, rahim diregang dari ukuran sebesar telur bebek menjadi sangat besar sehingga mampu menampung volume ± 3-6 kg yang terdiri janin air ketuban dan placenta. Pada wanita yang pernah mengalami operasi cesar, tentu hal ini sangat beresiko terjadinya robekan (ruptur) pada bekas luka operasi.
Berapa lama jarak yang aman antara satu persalinan dengan berikutnya? Tidak ada ketentuan di textbook. POGI sepakat jaraknya minimal 2 tahun baru boleh hamil lagi. Bagaimana jika sudah hamil lagi sebelum 2 tahun (kebobolan kb)…ya lanjutkan saja, tidak masalah..Oleh karena itu sebaiknya ibu menunggu minimal 2 tahun untuk kembali hamil dengan asumsi bahwa dinding rahimnya sudah compatible untuk menahan regangan karena bertambahnya volume rahim.
Selain itu, ibu perlu mendapat pengawasan dari dokter ahli kandungan selama kehamilan berikutnya tersebut. Hal itu diperlukan untuk menghindari kemungkinan robekan spontan pada rahimnya (walau hal ini jarang terjadi). Apalagi ketika saatnya melahirkan tiba, ibu harus melahirkan di RS yang memiliki fasilitas kamar operasi dan dokter obgyn tentunya.
Keharusan ibu melahirkan di RS yang memiliki fasilitas kamar operasi bukan berarti ibu akan melahirkan dengan cara operasi pula seperti persalinan sebelumnya. Ibu bisa melahirkan secara normal. Persalinan Pervaginam Pada Bekas Cesar dalam bahasa Inggerisnya Vaginal Birth After Caesarean Section (VBAC).
Namun ada beberapa syarat kalau ibu yang pernah melahirkan dengan operasi cesar akan melahirkan secara normal :
· Indikasi operasi sebelumnya bukan karena panggul sempit.
· Letak bayi dalam keadaan normal (letak kepala).
· Penyembuhan luka operasinya baik (tidak pakai lama).
· Perkiraan berat badan bayi tidak boleh lebih 4 kg.
· Bukan kehamilan kembar.
· Insisi non-klasik (belahan dirahim pada cesar yang lalu tidak tegak lurus)
Proses persalinannya dinamakan Trial of Scar =mencoba jaringan parut. Dimana proses mengedannya setelah pembukaan lengkap hanya boleh 2x 15 menit. Kalau tidak lahir juga harus dibantu dengan Vakum atau cesar kembali tergantung keadaan.
Nah, itu sedikit ulasan mengenai kehamilan setelah mengalami operasi cesar. Jadi tidak usah khawatir, namun jangan terburu-buru ya…
Semoga bermanfaat..
Tags: kelainan pada kehamilan, operasi caesar, operasi cesar, Persalinan, persalinan caesar, persalinan cesar





